BAB 1
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Globalisasi adalah suatu proses
tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas wilayah. Globalisasi
pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan, kemudian
ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik
kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa-bangsa di seluruh
dunia (Edison A. Jamli, 2005). Proses globalisasi berlangsung melalui dua
dimensi, yaitu dimensi ruang dan waktu. Globalisasi berlangsung di semua bidang
kehidupan seperti bidang ideologi, politik, ekonomi, dan terutama pada bidang
pendidikan.
Memasuki abad ke-21, paradigma
pembangunan yang merujuk knowledge-based economy tampak kian dominan. Paradigma
ini menegaskan tiga hal. Pertama, kemajuan ekonomi dalarn banyak hal bertumpu
pada basis dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kedua, hubungan kausalitas
antara pendidikan dan kemajuan ekonomi menjadi kian kuat dan solid. Ketiga,
pendidikan menjadi penggerak utama dinamika perkembangan ekonomi, yang
mendorong proses transformasi struktural berjangka panjang (Alhumami, 2004).
Telah banyak sumber dan pakar ekonomi pendidikan mengatakan bahwa pendidikan
memberi kontribusi terhadap pembangunan ekonomi. Berbagai kajian akadernis dan
kajian empiris telah membuktikan hal ini. Pendidikan bukan saja akan melahirkan
sumber daya manusia (SDM) berkualitas (merniliki pengetahuan dan keterampilan
serta· menguasai teknologi) tetapi juga dapat menumbuhkan iklim bisnis yang
sehat dan kondusif bagi pertumbuhan ekonomi.
Persaingan untuk menciptakan negara
yang kuat terutama di bidang ekonomi, sehingga dapat masuk dalam jajaran
raksasa ekonomi dunia tentu saja sangat membutuhkan kombinasi antara kemampuan
otak yang mumpuni disertai dengan keterampilan daya cipta yang tinggi. Salah
satu kuncinya adalah globalisasi pendidikan yang dipadukan dengan kekayaan
budaya bangsa Indonesia.
Menjawab kebutuhan pada persaingan
global tersebut, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) hadir sebagai kebutuhan
pendidikan yang lebih mengacu pada sumber daya manusia yang siap pakai,
mempunyai kompetensi yang handal, yang mampu menjawab tantangan global.
B.
RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang tersbut,
rumusan masalah yang dapat di ambil adalah sebagai berikut :
1.
Bagaimana prospek pendidikan SMK dalam era globalisasi ?
2.
Bagaimana prospek SMK dimasa depan ?
BAB II
PEMBAHASAN
A. PROSPEK
PENDIDIKAN SMK DI ERA GLOBALISASI
Era globalisasi beberapa terakhir
ini menghadapkan manusia pada keadaan dimana perubahan terjadi secara cepat
disegala aspek kehidupan manusia. Kemampuan beradaptasi dan berinovasi untuk
mencapai kemandirian merupakan suatu keniscayaan. Sayangnya bangsa Indonesia
yang telah lebih dari 67 tahun merdeka masih menjadi penonton di negerinya
sendiri. Padahal di era tanpa batas saat ini, kualitas kemandirian manusia akan
diuji sebagai perubahan tersebut. Era globalisasi juga berdampak pada
persaingan yang semakin kompetitif. Untuk bisa memenangkan persaingan, setiap
negara tak terkecuali Indonesia harus memiliki sumber daya yang berkualitas.
Saat ini bangsa Indonesia masih
terlilit persoalan kemiskinan dan pengangguran. Hal tersebut sangat
mempengaruhi daya saing bangsa. Hal tersebut bisa dilihat dari Human
Development Index yang semakin menurun. Pada tahun 2011 Indonesia berada di
urutan 124 dari 187 negara. Indonesia bahkan jauh tertinggal dari negara
tetangga terdekat seperti Malaysia dan Singapore. Lebih memprihatinkan lagi,
jumlah pengangguran terdidik yang cukup tinggi. Berdasarkan data BPS pada
Februari 2012, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) untuk tingkat pendidikan
Diploma dan Sarjana masing-masing 7,5% dan 6,95%. TPT pendidikan menengah masih
tetap menempati posisi tertinggi, yaitu TPT Sekolah Menengah Atas sebesar
10,34% dan TPT Sekolah Menengah Kejuruan sebesar 9,51%.
Banyaknya lulusan terdidik yang
menganggur bisa jadi disebabkan kualifikasi yang tidak sesuai akibat rendahnya
relevansi kurikulum dengan keahlian yang dibutuhkan terutama untuk pengangguran
lulusan SMA. Lulusan SMA di persiapkan untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya,
namun kenyataannya banyak lulusan SMA yang tidak mampu melanjutkan sehingga
akhirnya mereka harus menganggur karena tidak dipersiapkan untuk memasuki dunia
kerja. Selain lulusan SMA, angka pengangguran yang cukup tinggi juga terjadi di
level sarjana. Hal tersebut menjadi PR besar untuk kita semua. Nampaknya kita
segera berbenah dengan cara menambah dan mensosialisasikan Sekolah Menengah
Kejuruan (SMK) sebagai pencetak tenaga ahli dan wirausahawan tangguh dan dan
juga mengubah mindset para sarjana untuk menjadi seorang wirausahawan yang
mampu melahirkan inovasi-inovasi melalui risetnya sehingga kita menjadi salah
satu pemain utama dalam percaturan global.
SMK hadir sebagai solusi pemerintah
mengentaskan pengangguran yang jumlahnya terus bertambah. Saat ini pemerintah
tengah giat-giatnya mempromosikan SMK, bahkan sedang mengubah proporsi jumlah
SMA SMK dari semula 70:30 menjadi 30:70. Mengapa SMK? SMK dianggap mampu
menyiapkan peserta didik yang kreatif, menguasai ilmu pengetahuan dan
teknologi, serta memiliki kompetensi yang sesuai dengan tuntutan dunia kerja.
Joko Sutrisno (2008). Bahkan, hasil sebuah survei menunjukkan bahwa di
kota-kota di mana populasi SMK lebih tinggi dari SMA, maka daerah tersebut
memiliki pertumbuhan ekonomi dan produk domestik regional bruto yang lebih
tinggi. Namun melihat masih banyaknya lulusan SMK yang menganggur kita harus
segera membenahi sistem pembelajaran SMK berbasis kompetensi sehingga bisa
menghasilkan inovasi dan juga mencetak jiwa kewirausahaan mereka. Sesuai slogan
“SMK BISA” dengan ciri khas Siap Kerja, Santun dan Kompetitif di harapkan
lulusan SMK mampu bersaing di era globalisasi ini.
Dengan kurikulum yang di rancang
khusus, menyebabkan siswa SMK tidak hanya mendapatkan pendidikan secara teori
saja, namun dibekali keterampilan yang bisa di manfaatkan setelah lulus nanti.
Saat ini anak-anak SMK sudah mulai
menunjukkan prestasinya dalam berinovasi. Beberapa hasil inovasi anak SMK
adalah:
1. Pesawat Jabiru J430 SMKN 29
Jakarta
Sungguh prestasi yang luar biasa
dimana siswa SMKN 29 telah mampu mengeluarkan pesawat rakitannya yang diberi
nama Jabiru J430. Sekolah ini dipimpin oleh Kepala Sekolah yang luar biasa,
yaitu Bapak Dedi Dwitagama yang belum lama ini mendapatkan Penghargaan Guraru
Award 2012 karena prestasinya dalam memanfaatkan IT untuk pendidikan. Pesawat
ini diperkirakan mampu terbang hingga Bali dan Malaysia. Pesawat ini
menggunakan bahan bakar pertamax dan berkecapatan kurang labih 130 knot dan
mampu menjangkau jarak Jakarta-Surabaya dalam waktu 3 jam hanya dengan 80
pertamax. Sungguh luar biasa
2. Mobil Kiat Esemka SMK 2 Surakarta
Salah satu hasil karya anak negeri
yang fenomenal adalah mobil Kiat ESEMKA, hasil karya siswa SMK 2 Surakarta.
Hasil karya asli anak negeri ini telah cukup banyak menyita perhatian publik
dan pemerintah dan menjadi bahan pembiacaraan dimana-mana, dari mulai warung
kopi sampai diteras megah DPR/MPR. Mobil ini berkapasitas 7 penumpang dan
dilengkapi dengan power window, AC dual zone, power steering, central lock,
sistem audio dengan CD, serta sensor parkir.
Tentunya masih banyak karya siswa
SMK lainnya di Indonesia yang belum saya ungkapkan disini. Banyak juga siswa
SMK di tmpat lain yang telah mampu berinovasi. Semoga semakin banyaknya inovasi
yang lahirkan bisa memacu motivasi siswa-siswa SMK lainnya untuk menunjukkan
karya-karya inovatif lainnya dan pemerintah hendaknya bisa lebih mengingkatkan
kompetensi mereka dengan banyak menggandeng dunia usaha/industri sehingga bisa
mengetahui apa yang mereka butuhkan.
Jika hal – hal tersebut mendapat
perhatian dan dukungan dari pemerintah, bukan tidak mungkin Indonesia akan
menjadi salah satu negara yang mampu bersaing di tengah .
B. PROSPEK SMK DIMASA DEPAN
B. PROSPEK SMK DIMASA DEPAN
SMK
(Sekolah menengah kejuruan) sebagai bentuk satuan pendidikan menengah yang
menyiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Atas
dasar itulah maka bagi peserta didik yang akan melanjutkan sekolah ke jenjang
pendidikan menengah, sebaiknya mempertimbangkan prospek masa depan yang mudah
untuk bekerja di dunia usaha / industri baik di dalam maupun luar negeri Karena
kesempatan itu tidak datang dua kalinya,
TUJUAN SMK
1. Menyiapkan peserta didik agar menjadi manusia produktif, mampu bekerja mandiri, mengisi lowongan perkerjaan yang ada didunia industri maupuyn sebagai tenaga kerja tingkat menengah sesuai dengan kkompetensi dalam program keahlian uang dipilihnya.
2. Menyiapkan peserta didik agar mampu memilih karier, ulet dan gigih dalam berkompetensi, beradaptasi dilingkugan kerja dan mengembangkan sikap profesional dalam bidang keahlian yang diminatinya.
TUJUAN SMK
1. Menyiapkan peserta didik agar menjadi manusia produktif, mampu bekerja mandiri, mengisi lowongan perkerjaan yang ada didunia industri maupuyn sebagai tenaga kerja tingkat menengah sesuai dengan kkompetensi dalam program keahlian uang dipilihnya.
2. Menyiapkan peserta didik agar mampu memilih karier, ulet dan gigih dalam berkompetensi, beradaptasi dilingkugan kerja dan mengembangkan sikap profesional dalam bidang keahlian yang diminatinya.
Selain mendapat
pendidik sama seperti SMA, siswa SMK juga mendapat bekal keterampilan untuk
siap bekerja karena di SMK di adakan kegiatan PSG (Pendidikan Sistem Ganda)
yang akan menjadi masa pelatihan,pemantapan kepribadian serta sikap kerja
mereka, sehingga mereka menyadari kekurangan dan kelemahan mereka dalam dunia
kerja yang harus mereka perbaiki. Prosfeknya sangat cerah karena SMK mampu
mencetak lulusan yang siap kerja dan tiap tahunnya meningkat.
Banyak lulusan SMA yang tidak
melanjutkan kuliah di Perguruan Tinggi Kurang dari 10 % lulusan SMA yang
melanjukan kuliah di PT, padahal kurikulum SMA disetting untuk melanjutkan
sekolah di PT. Ini tentu sangat ironis karena hampir 90% tamatan SMA terjun di
dunia kerja padahal kurikulum SMA tidak disiapkan untuk bekerja. Akibatnya
banyak lulusan SMA yang kalah bersaing dalam mencari pekerjaan karena mereka
memang tidak siap kerja. Oleh karena itu, pemerintah mengambil kebijakan untuk
menambah jumlah SMK daripada mengembangkan SMA. Komposisi perbandingan yang
dibuat adalah 70% SMK dan 30% SMA. Ini tentu dengan tujuan untuk menjadikan
lulusan sekolah menengah yang siap kerja dan mandiri.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Globalisasi adalah suatu proses
tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas wilayah. Globalisasi
pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan, kemudian
ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik
kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa-bangsa di seluruh
dunia. Dunia globalisasi telah melahirkan persaingan tanpa batas antar negara
di dunia. Hal ini membuat kesenjangan akan semakin tercipta tatkala suatu
negara tidak bisa menyikapi globalisasi secara bijaksana.
SMK hadir di tengah globalisasi
sebagai wujud persaingan negara Indonesia di bidang SDM. Dengan SDM yang cakap
pada bidangnnya di harapkan Indonesia mampu menempatkan dirinya menjadi salah
satu negara yang di perhitungkan dunia. Meskipun banyak menuai dampak baik itu
positif ataupun negativ akibat globalisasi, pendidikan SMK harus terus di
kembangkan agar mampu dan sesuai dengan tantangan global. Dengan berbagai macam
strategi di harapkan SMK mampu berbicara banyak pada kancah internasional
B. SARAN
Penulis memberikan saran untuk :
1.
Pemerintah
Agar para pemangku jabatan bisa lebih mengembangkan
pendidikan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) supaya SDM yang di hasilkan mampu
bersaing di kancah internasional.
2.
Masyarakat
Agar para oranng tua lebih memperhatikan kepentingan
anknya dalam hal pendidikan secara maksiml sebagai penerus estafet
pemerintahan.
3.
Pembaca
Agar senatiasa berkontribusi penuh dalam membantu
pemerintah dalam hal pengembangan SDM siswa SMK sesuai bidangnya masing –
masing.