Minggu, 12 April 2015

Prospek SMK

0




BAB 1
PENDAHULUAN

    A.    LATAR BELAKANG
Globalisasi adalah suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas wilayah. Globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa-bangsa di seluruh dunia (Edison A. Jamli, 2005). Proses globalisasi berlangsung melalui dua dimensi, yaitu dimensi ruang dan waktu. Globalisasi berlangsung di semua bidang kehidupan seperti bidang ideologi, politik, ekonomi, dan terutama pada bidang pendidikan.
Memasuki abad ke-21, paradigma pembangunan yang merujuk knowledge-based economy tampak kian dominan. Paradigma ini menegaskan tiga hal. Pertama, kemajuan ekonomi dalarn banyak hal bertumpu pada basis dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kedua, hubungan kausalitas antara pendidikan dan kemajuan ekonomi menjadi kian kuat dan solid. Ketiga, pendidikan menjadi penggerak utama dinamika perkembangan ekonomi, yang mendorong proses transformasi struktural berjangka panjang (Alhumami, 2004). Telah banyak sumber dan pakar ekonomi pendidikan mengatakan bahwa pendidikan memberi kontribusi terhadap pembangunan ekonomi. Berbagai kajian akadernis dan kajian empiris telah membuktikan hal ini. Pendidikan bukan saja akan melahirkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas (merniliki pengetahuan dan keterampilan serta· menguasai teknologi) tetapi juga dapat menumbuhkan iklim bisnis yang sehat dan kondusif bagi pertumbuhan ekonomi.
Persaingan untuk menciptakan negara yang kuat terutama di bidang ekonomi, sehingga dapat masuk dalam jajaran raksasa ekonomi dunia tentu saja sangat membutuhkan kombinasi antara kemampuan otak yang mumpuni disertai dengan keterampilan daya cipta yang tinggi. Salah satu kuncinya adalah globalisasi pendidikan yang dipadukan dengan kekayaan budaya bangsa Indonesia.
Menjawab kebutuhan pada persaingan global tersebut, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) hadir sebagai kebutuhan pendidikan yang lebih mengacu pada sumber daya manusia yang siap pakai, mempunyai kompetensi yang handal, yang mampu menjawab tantangan global.

    B.     RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang tersbut, rumusan masalah yang dapat di ambil adalah sebagai berikut :
1.      Bagaimana prospek pendidikan SMK dalam era globalisasi ?
2.   Bagaimana prospek SMK dimasa depan ?

BAB II
PEMBAHASAN

    A.    PROSPEK PENDIDIKAN SMK DI ERA GLOBALISASI

Era globalisasi beberapa terakhir ini menghadapkan manusia pada keadaan dimana perubahan terjadi secara cepat disegala aspek kehidupan manusia. Kemampuan beradaptasi dan berinovasi untuk mencapai kemandirian merupakan suatu keniscayaan. Sayangnya bangsa Indonesia yang telah lebih dari 67 tahun merdeka masih menjadi penonton di negerinya sendiri. Padahal di era tanpa batas saat ini, kualitas kemandirian manusia akan diuji sebagai perubahan tersebut. Era globalisasi juga berdampak pada persaingan yang semakin kompetitif. Untuk bisa memenangkan persaingan, setiap negara tak terkecuali Indonesia harus memiliki sumber daya yang berkualitas.
Saat ini bangsa Indonesia masih terlilit persoalan kemiskinan dan pengangguran. Hal tersebut sangat mempengaruhi daya saing bangsa. Hal tersebut bisa dilihat dari Human Development Index yang semakin menurun. Pada tahun 2011 Indonesia berada di urutan 124 dari 187 negara. Indonesia bahkan jauh tertinggal dari negara tetangga terdekat seperti Malaysia dan Singapore. Lebih memprihatinkan lagi, jumlah pengangguran terdidik yang cukup tinggi. Berdasarkan data BPS pada Februari 2012, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) untuk tingkat pendidikan Diploma dan Sarjana masing-masing 7,5% dan 6,95%. TPT pendidikan menengah masih tetap menempati posisi tertinggi, yaitu TPT Sekolah Menengah Atas sebesar 10,34% dan TPT Sekolah Menengah Kejuruan sebesar 9,51%.
Banyaknya lulusan terdidik yang menganggur bisa jadi disebabkan kualifikasi yang tidak sesuai akibat rendahnya relevansi kurikulum dengan keahlian yang dibutuhkan terutama untuk pengangguran lulusan SMA. Lulusan SMA di persiapkan untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya, namun kenyataannya banyak lulusan SMA yang tidak mampu melanjutkan sehingga akhirnya mereka harus menganggur karena tidak dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja. Selain lulusan SMA, angka pengangguran yang cukup tinggi juga terjadi di level sarjana. Hal tersebut menjadi PR besar untuk kita semua. Nampaknya kita segera berbenah dengan cara menambah dan mensosialisasikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai pencetak tenaga ahli dan wirausahawan tangguh dan dan juga mengubah mindset para sarjana untuk menjadi seorang wirausahawan yang mampu melahirkan inovasi-inovasi melalui risetnya sehingga kita menjadi salah satu pemain utama dalam percaturan global.
SMK hadir sebagai solusi pemerintah mengentaskan pengangguran yang jumlahnya terus bertambah. Saat ini pemerintah tengah giat-giatnya mempromosikan SMK, bahkan sedang mengubah proporsi jumlah SMA SMK dari semula 70:30 menjadi 30:70. Mengapa SMK? SMK dianggap mampu menyiapkan peserta didik yang kreatif, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki kompetensi yang sesuai dengan tuntutan dunia kerja. Joko Sutrisno (2008). Bahkan, hasil sebuah survei menunjukkan bahwa di kota-kota di mana populasi SMK lebih tinggi dari SMA, maka daerah tersebut memiliki pertumbuhan ekonomi dan produk domestik regional bruto yang lebih tinggi. Namun melihat masih banyaknya lulusan SMK yang menganggur kita harus segera membenahi sistem pembelajaran SMK berbasis kompetensi sehingga bisa menghasilkan inovasi dan juga mencetak jiwa kewirausahaan mereka. Sesuai slogan “SMK BISA” dengan ciri khas Siap Kerja, Santun dan Kompetitif di harapkan lulusan SMK mampu bersaing di era globalisasi ini.
Dengan kurikulum yang di rancang khusus, menyebabkan siswa SMK tidak hanya mendapatkan pendidikan secara teori saja, namun dibekali keterampilan yang bisa di manfaatkan setelah lulus nanti.
Saat ini anak-anak SMK sudah mulai menunjukkan prestasinya dalam berinovasi. Beberapa hasil inovasi anak SMK adalah:

1. Pesawat Jabiru J430 SMKN 29 Jakarta
Sungguh prestasi yang luar biasa dimana siswa SMKN 29 telah mampu mengeluarkan pesawat rakitannya yang diberi nama Jabiru J430. Sekolah ini dipimpin oleh Kepala Sekolah yang luar biasa, yaitu Bapak Dedi Dwitagama yang belum lama ini mendapatkan Penghargaan Guraru Award 2012 karena prestasinya dalam memanfaatkan IT untuk pendidikan. Pesawat ini diperkirakan mampu terbang hingga Bali dan Malaysia. Pesawat ini menggunakan bahan bakar pertamax dan berkecapatan kurang labih 130 knot dan mampu menjangkau jarak Jakarta-Surabaya dalam waktu 3 jam hanya dengan 80 pertamax. Sungguh luar biasa
2. Mobil Kiat Esemka SMK 2 Surakarta
Salah satu hasil karya anak negeri yang fenomenal adalah mobil Kiat ESEMKA, hasil karya siswa SMK 2 Surakarta. Hasil karya asli anak negeri ini telah cukup banyak menyita perhatian publik dan pemerintah dan menjadi bahan pembiacaraan dimana-mana, dari mulai warung kopi sampai diteras megah DPR/MPR. Mobil ini berkapasitas 7 penumpang dan dilengkapi dengan power window, AC dual zone, power steering, central lock, sistem audio dengan CD, serta sensor parkir.
Tentunya masih banyak karya siswa SMK lainnya di Indonesia yang belum saya ungkapkan disini. Banyak juga siswa SMK di tmpat lain yang telah mampu berinovasi. Semoga semakin banyaknya inovasi yang lahirkan bisa memacu motivasi siswa-siswa SMK lainnya untuk menunjukkan karya-karya inovatif lainnya dan pemerintah hendaknya bisa lebih mengingkatkan kompetensi mereka dengan banyak menggandeng dunia usaha/industri sehingga bisa mengetahui apa yang mereka butuhkan.
Jika hal – hal tersebut mendapat perhatian dan dukungan dari pemerintah, bukan tidak mungkin Indonesia akan menjadi salah satu negara yang mampu bersaing di tengah .

  B.
  PROSPEK SMK DIMASA DEPAN
            SMK (Sekolah menengah kejuruan) sebagai bentuk satuan pendidikan menengah yang menyiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Atas dasar itulah maka bagi peserta didik yang akan melanjutkan sekolah ke jenjang pendidikan menengah, sebaiknya mempertimbangkan prospek masa depan yang mudah untuk bekerja di dunia usaha / industri baik di dalam maupun luar negeri Karena kesempatan itu tidak datang dua kalinya,

TUJUAN SMK
1. Menyiapkan peserta didik agar menjadi manusia produktif, mampu bekerja mandiri, mengisi lowongan perkerjaan yang ada didunia industri maupuyn sebagai tenaga kerja tingkat menengah sesuai dengan kkompetensi dalam program keahlian uang dipilihnya.
2. Menyiapkan peserta didik agar mampu memilih karier, ulet dan gigih dalam berkompetensi, beradaptasi dilingkugan kerja dan mengembangkan sikap profesional dalam bidang keahlian yang diminatinya.
      Selain mendapat pendidik sama seperti SMA, siswa SMK juga mendapat bekal keterampilan untuk siap bekerja karena di SMK di adakan kegiatan PSG (Pendidikan Sistem Ganda) yang akan menjadi masa pelatihan,pemantapan kepribadian serta sikap kerja mereka, sehingga mereka menyadari kekurangan dan kelemahan mereka dalam dunia kerja yang harus mereka perbaiki. Prosfeknya sangat cerah karena SMK mampu mencetak lulusan yang siap kerja dan tiap tahunnya meningkat.
     
Banyak lulusan SMA yang tidak melanjutkan kuliah di Perguruan Tinggi Kurang dari 10 % lulusan SMA yang melanjukan kuliah di PT, padahal kurikulum SMA disetting untuk melanjutkan sekolah di PT. Ini tentu sangat ironis karena hampir 90% tamatan SMA terjun di dunia kerja padahal kurikulum SMA tidak disiapkan untuk bekerja. Akibatnya banyak lulusan SMA yang kalah bersaing dalam mencari pekerjaan karena mereka memang tidak siap kerja. Oleh karena itu, pemerintah mengambil kebijakan untuk menambah jumlah SMK daripada mengembangkan SMA. Komposisi perbandingan yang dibuat adalah 70% SMK dan 30% SMA. Ini tentu dengan tujuan untuk menjadikan lulusan sekolah menengah yang siap kerja dan mandiri.


BAB III
PENUTUP

   A.  KESIMPULAN
Globalisasi adalah suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas wilayah. Globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa-bangsa di seluruh dunia. Dunia globalisasi telah melahirkan persaingan tanpa batas antar negara di dunia. Hal ini membuat kesenjangan akan semakin tercipta tatkala suatu negara tidak bisa menyikapi globalisasi secara bijaksana.
SMK hadir di tengah globalisasi sebagai wujud persaingan negara Indonesia di bidang SDM. Dengan SDM yang cakap pada bidangnnya di harapkan Indonesia mampu menempatkan dirinya menjadi salah satu negara yang di perhitungkan dunia. Meskipun banyak menuai dampak baik itu positif ataupun negativ akibat globalisasi, pendidikan SMK harus terus di kembangkan agar mampu dan sesuai dengan tantangan global. Dengan berbagai macam strategi di harapkan SMK mampu berbicara banyak pada kancah internasional

   B.  SARAN
Penulis memberikan saran untuk :
1.      Pemerintah
Agar para pemangku jabatan bisa lebih mengembangkan pendidikan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) supaya SDM yang di hasilkan mampu bersaing di kancah internasional.
2.      Masyarakat
Agar para oranng tua lebih memperhatikan kepentingan anknya dalam hal pendidikan secara maksiml sebagai penerus estafet pemerintahan.
3.      Pembaca
Agar senatiasa berkontribusi penuh dalam membantu pemerintah dalam hal pengembangan SDM siswa SMK sesuai bidangnya masing – masing.




0 komentar:

Posting Komentar